Review materi (pertemuan ke-15) Sejarah pedesaan selalu dikaitkan dengan kegiatan pertanian. Padahal yang dibahas dalam sejarah pedesaan tidak hanya pertanian, sejarah pedesaan juga melihat konteks perkembangan dan perubahan dunia pada saat ini. Contohnya diterapkannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia). Adanya MEA ini menumbuhkan perekonomian di masa sekarang dengan menumbuhkan kemandirian. Terdapat persyaratan supaya produk yang dijual bisa memasuki pasar Asia, UMKM harus memuhi persyaratan yaitu produknya harus memiliki label sni, kehalalan, kesehatan dan surat izin. Desa berhubungan dengan tanah pertanian. Sistem ekonomi pertanian berhubungan dengan bercocok tananm di ladang, bercocok tanam tanpa irigasi, bercocok tanam yang menetap dan intensif dengan irigasi dan pertanian buah-buahan. Lahan gambut menjadi pembicaraan pada masa sekarang. Lahan gambut berada di kalimantan. Lahan gambut mempunyai tanah gambut, kebijakan apa saja mengenai lahan gambut, ditanami apa saja, Akt...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-13) SEJARAH KELURAHAN JEMBER KIDUL Jember Kidul merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Dulu hampir seluruh wilayah Jember Kidul merupakan sawah. Hanya ada beberapa rumah dan rumah-rumah orang Belanda. orang Belanda menamai rumah-rumah yang ada di daerah ini dengan sebutan Condro Kongsi. Ada yang disebut kongsi timur dan kongsi barat. Disebut Condro Kongsi karena banyak pengungsi yang berada di dekat Gudang Seng. Banyak gudang yang dibangun di Jember Kidul seperti Gudang Attak dan Gudang Seng. Gudang Attak digunakan sebagai tempat untuk berjemur tanaman tembakau. Gudang Seng merupakan pabrik yang dibuat oleh orang-orang Belanda. Terdapat 2 Gudang Seng di Jember Kidul yang bernama LMOD dan PTP. Sejak jaman Orde Lama daerah ini sudah dinamakan Jember Kidul. Sebelum berubah nama menjadi Jember Kidul, daerah ini disebut sebagai Kampung Tumpeng. Asal-usul nama Kampung Tumpeng kar...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Inggit Garnasih Inggit Garnasih adalah istri kedua dari presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Ir. Soekarno. Inggit Garnasih dilahirkan pada tanggal 17 Februari 1888 di Desa Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia lahir dari keluarga petani sederhana. Ayahnya bernama Arjipan. Ibunya bernama Amsi. Inggit memiliki dua saudara, Natadisastra dan Murtasih. Pendidikannya hanya diperoleh di Madrasah Ibtidaiyyah (setingkat sekolah dasar). Sewaktu kecil, ia sering dibawa ibunya ke pasar. Tampaknya, pengalamannya ini memengaruhi jiwa Inggit Garnasih yang memiliki semangat entrepreneurship di masa kemudian. Inggit Garnasih memiliki paras yang cantik, sehingga banyak lelaki yang berupaya mendekat untuk menarik perhatinnya. Si bunga desa itu akhirnya dipersunting oleh Nata Atmaja, seorang patih di Kantor Residen Priangan. Namun, pernikahan ini tidak bertahan lama dan berakhir dengan perceraian. Kemudian, In...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-12) Sejarah pedesaan sangat luas cakupnnya. Tidak hanya membicarakan tentang sejarah suatu desa ataupun yang berkitan dengan petani, tetapi mencakup hal-hal yang ada di desa. Dalam membahas sejarah desa peneliti harus mancantumkan nama desa dengan lengkap. Tidak jarang nama suatu desa memiliki kesamaan dengan desa yang lain, seperti Desa Ampel yang ada di Jember dengan Desa Ampel Denta yang ada di Surabaya. Sehingga peneliti harus memperjelas sekup spasial desa yang diteliti. Dalam menulis sejarah desa, peneliti harus menjelaskan asal-usul penamaan suatu desa. Penamaan suatu desa biasanya berhubungan dengan peristiwa yang melatarbelakangi penamaan desa tersebut atau karena keadaan tempat dan lingkungan yang ada di desa tersebut. Misalnya saja Desa Ampel yang ada di Jember. Desa Ampel berasal dari kata ampel atau dalam bahasa jawanya buluh yang artinya bambu. Di Desa Ampel terdapat banyak pohon bambu yang tumbuh di desa tersebut. Banyaknya bambu y...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-11) A. Lembaga Sosial Menurut Roucek dan Warren dalam Jefta (1995), lembaga sosial adalah pola aktifitas yang terbentuk untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Lain halnya dengan Summer mengatakan bahwa lembaga sosial adalah adat kebiasaan yang sistematis dan sederhana. Sementara itu Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi dalam Soekanto (1982) menjelaskan lembaga sosial merupakan fungsi dari perwujudan pola-pola kebudayaan meliputi tindakan, ide-ide, sikap-sikap dan kelengkapan kebudayaan yang selalu memiliki keajengan dengan kebutuhan sosial yang memuaskan. Tujuan lembaga sosial ada...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-10) Penulisan Sejarah Desa Sejarah desa merupakan bagian dalam kajian sejarah pedesaan. Sejrah pedesaan tidak hanya membahas tentang sejarah desa saja, akan tetapi mencakup kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Sejarah desa merupak sejarah lokal yang mempunyai lingkup terkecil. Akan tetapi sejarah desa ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Penelitian sejarah desa juga membutuhkan kesabaran dalam menulis sejarah desa. Minimnya sumber yang dapat diperoleh untuk menulis sejarah desa menjadi tantangan tersendiri bagi sejarawan atau peneliti lainnya. Sejarawan harus mencari alternatif lain jika sumber primer dari sumber tulisan tidak dapat diperoleh. Sejarawan dapat menggunakan teknik sejarah lisan menggunakan wawancara. Wawancara juga bukan hal yang mudah. Sejarawan harus memilih narasumber yang sejaman ataupun narasumber yang tahu betul tentang sejarah desa. Untuk memperoleh narasumber yang sejaman sangat sulit. Kebanyakan orang yang sejaman sudah ja...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-9) A. PENELITIAN SEJARAH DESA Penulisan sejarah membutuhkan sumber-sumber untuk menulis cerita sejarah. Sumber tersebut dapat berupa sumber tertulis maupun sumber lisan. Dalam penelitian sejarah desa kebanyakan yang dapat diperoleh yaitu sumber lisan. Sumber lisan diperoleh dengan mewawancarai orang yang terlibat dalam peristiwa maupun orang yang mengdengar cerita dari orang lain. Sebagian besar sumber yang dapat kita peroleh adalah sumber lisan. Minimnya sumber tertulis yang ada di desa mengharuskan para peneliti untuk mencari sumber lain selain sumber tertulis, yaitu melalui sumber lisan. Peneliti harus mencari para sesepuh desa untuk mencari sumber-sumber sejarah desa. Para sesepuh desa biasanya paham alur bagaimana sebuah desa terbentuk, meskipun sebagian besar sesepuh tersebut tidak terlibat dalam peristiwa tersebut karena lamanya peristiwa tersebut terjadi. Sesepuh desa ju...