REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-13) SEJARAH KELURAHAN JEMBER KIDUL Jember Kidul merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Dulu hampir seluruh wilayah Jember Kidul merupakan sawah. Hanya ada beberapa rumah dan rumah-rumah orang Belanda. orang Belanda menamai rumah-rumah yang ada di daerah ini dengan sebutan Condro Kongsi. Ada yang disebut kongsi timur dan kongsi barat. Disebut Condro Kongsi karena banyak pengungsi yang berada di dekat Gudang Seng. Banyak gudang yang dibangun di Jember Kidul seperti Gudang Attak dan Gudang Seng. Gudang Attak digunakan sebagai tempat untuk berjemur tanaman tembakau. Gudang Seng merupakan pabrik yang dibuat oleh orang-orang Belanda. Terdapat 2 Gudang Seng di Jember Kidul yang bernama LMOD dan PTP. Sejak jaman Orde Lama daerah ini sudah dinamakan Jember Kidul. Sebelum berubah nama menjadi Jember Kidul, daerah ini disebut sebagai Kampung Tumpeng. Asal-usul nama Kampung Tumpeng kar...
Postingan
Menampilkan postingan dari 2020
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Inggit Garnasih Inggit Garnasih adalah istri kedua dari presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Ir. Soekarno. Inggit Garnasih dilahirkan pada tanggal 17 Februari 1888 di Desa Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia lahir dari keluarga petani sederhana. Ayahnya bernama Arjipan. Ibunya bernama Amsi. Inggit memiliki dua saudara, Natadisastra dan Murtasih. Pendidikannya hanya diperoleh di Madrasah Ibtidaiyyah (setingkat sekolah dasar). Sewaktu kecil, ia sering dibawa ibunya ke pasar. Tampaknya, pengalamannya ini memengaruhi jiwa Inggit Garnasih yang memiliki semangat entrepreneurship di masa kemudian. Inggit Garnasih memiliki paras yang cantik, sehingga banyak lelaki yang berupaya mendekat untuk menarik perhatinnya. Si bunga desa itu akhirnya dipersunting oleh Nata Atmaja, seorang patih di Kantor Residen Priangan. Namun, pernikahan ini tidak bertahan lama dan berakhir dengan perceraian. Kemudian, In...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-12) Sejarah pedesaan sangat luas cakupnnya. Tidak hanya membicarakan tentang sejarah suatu desa ataupun yang berkitan dengan petani, tetapi mencakup hal-hal yang ada di desa. Dalam membahas sejarah desa peneliti harus mancantumkan nama desa dengan lengkap. Tidak jarang nama suatu desa memiliki kesamaan dengan desa yang lain, seperti Desa Ampel yang ada di Jember dengan Desa Ampel Denta yang ada di Surabaya. Sehingga peneliti harus memperjelas sekup spasial desa yang diteliti. Dalam menulis sejarah desa, peneliti harus menjelaskan asal-usul penamaan suatu desa. Penamaan suatu desa biasanya berhubungan dengan peristiwa yang melatarbelakangi penamaan desa tersebut atau karena keadaan tempat dan lingkungan yang ada di desa tersebut. Misalnya saja Desa Ampel yang ada di Jember. Desa Ampel berasal dari kata ampel atau dalam bahasa jawanya buluh yang artinya bambu. Di Desa Ampel terdapat banyak pohon bambu yang tumbuh di desa tersebut. Banyaknya bambu y...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-11) A. Lembaga Sosial Menurut Roucek dan Warren dalam Jefta (1995), lembaga sosial adalah pola aktifitas yang terbentuk untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Lain halnya dengan Summer mengatakan bahwa lembaga sosial adalah adat kebiasaan yang sistematis dan sederhana. Sementara itu Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi dalam Soekanto (1982) menjelaskan lembaga sosial merupakan fungsi dari perwujudan pola-pola kebudayaan meliputi tindakan, ide-ide, sikap-sikap dan kelengkapan kebudayaan yang selalu memiliki keajengan dengan kebutuhan sosial yang memuaskan. Tujuan lembaga sosial ada...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-10) Penulisan Sejarah Desa Sejarah desa merupakan bagian dalam kajian sejarah pedesaan. Sejrah pedesaan tidak hanya membahas tentang sejarah desa saja, akan tetapi mencakup kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Sejarah desa merupak sejarah lokal yang mempunyai lingkup terkecil. Akan tetapi sejarah desa ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Penelitian sejarah desa juga membutuhkan kesabaran dalam menulis sejarah desa. Minimnya sumber yang dapat diperoleh untuk menulis sejarah desa menjadi tantangan tersendiri bagi sejarawan atau peneliti lainnya. Sejarawan harus mencari alternatif lain jika sumber primer dari sumber tulisan tidak dapat diperoleh. Sejarawan dapat menggunakan teknik sejarah lisan menggunakan wawancara. Wawancara juga bukan hal yang mudah. Sejarawan harus memilih narasumber yang sejaman ataupun narasumber yang tahu betul tentang sejarah desa. Untuk memperoleh narasumber yang sejaman sangat sulit. Kebanyakan orang yang sejaman sudah ja...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
REVIEW MATERI (Pertemuan Ke-9) A. PENELITIAN SEJARAH DESA Penulisan sejarah membutuhkan sumber-sumber untuk menulis cerita sejarah. Sumber tersebut dapat berupa sumber tertulis maupun sumber lisan. Dalam penelitian sejarah desa kebanyakan yang dapat diperoleh yaitu sumber lisan. Sumber lisan diperoleh dengan mewawancarai orang yang terlibat dalam peristiwa maupun orang yang mengdengar cerita dari orang lain. Sebagian besar sumber yang dapat kita peroleh adalah sumber lisan. Minimnya sumber tertulis yang ada di desa mengharuskan para peneliti untuk mencari sumber lain selain sumber tertulis, yaitu melalui sumber lisan. Peneliti harus mencari para sesepuh desa untuk mencari sumber-sumber sejarah desa. Para sesepuh desa biasanya paham alur bagaimana sebuah desa terbentuk, meskipun sebagian besar sesepuh tersebut tidak terlibat dalam peristiwa tersebut karena lamanya peristiwa tersebut terjadi. Sesepuh desa ju...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KOMPETISI OLAHRAGA ANTAR-NEGARA: REFLEKSI SPORTIVITAS DAN NASIONALISME PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih - benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia. Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria "Winner Sport Club " pada tahun 1936. NIVU sejenis PSSI yang didirik...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SARASEHAN LINTAS GENERASI " Meneladani Para Pejuang untuk Memajukan Unversitas Jember" 1. Dr. Ahmad Ahmad dan Teudosius Sungedi yang menjadi kepala SMPK yang sekarang di Jalan Gajah Mada didepan BTA mempunyai cita-cita untuk menyempurnakan pendidikan pada masyarakat Jember khususnya, karena keprihatinan masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan SMA saja sehingga timbul pengangguran dimana-mana. Penyempurnaan pendidikan tidak hanya di kota-kota besar tetapi di tiap kota apalagi di daerah Jember yang tergabung di daetah Karisidenan Besuki. Keinginan ini diimbangi kerja keras, tekad yang bulat dan komunikasi dengan penguasa daerah dan masyarakat Jember membuahkan hasil yang postif. Bupati Jember yaitu R. Sujarwo, ayahanda Bapak Widodo sgt mendukung ide tersebut. Mereka saling bahu membahu untuk mendirikan Universitas Jember. Dan tersebut dari gotong royong maupun dana mandiri demi terwujudnya ide tersebut. Perjuangan Dr. Ahmad dan penguasa derah patut menjadi teladan. 2...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sejarah Pedesaan (Review Pertemuan Ke-6) Smith dan Zof secara umum membedakan dua pola umum desa yaitu desa sistem satu kelas dan desa sistem dua kelas. Desa sistem satu kelas yaitu pemilik lahan pertanian penduduk mempunyai luas yang rata-rata sama. Sedangkan desa sistem dua kelas yaitu tipe desa dimana terdapat pelapisan/stratifikasi sosial. Sistem dua kelas sering disebut dengan polarisasi sosial. Stratifikasi masyarakat dibagi menjadi dua yaitu stratifikasi sosial horizontal dan stratifikasi sosial vertikal. Stratifikasi sosial horizontal yaitu pembedaan masyarakat berdasar ras, agama, suku, etnis ataupun yang lainnya. Stratifikasi sosial vertikal yaitu pembedaan masyarakat menurut pendidikan, kekayaan, kedudukan ataupun hal lainnya yang dianggap mempunyai nilai dalam masyarakat. Stratifikasi sosial vertikal ini dalam masyarakat sering menimbulkan konflik karena masyarakat akan berlomba-lomba untuk mendapatkan stratifikasi sosial yang akan dicapainya. Pola desa menuru...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SEJARAH PEDESAAN (Review Materi Ke-5) Tanah selalu menjadi permasalahan yang terus ada sampai sekarang. Banyak konflik yang terjadi di masyarakat diakibatkan oleh masalah tanah. Karena keberadaannya yang sangat penting dalam masyarakat, sehingga apapun yang menyangkut soal tanah akan menjadi masalah yang besar bagi masyarakat. Keberadaan tanah sangat penting bagi masyarakt untuk bertahan hidup. Dari tanahlah masyarakat dapat melakukan segala aktivitasnya. Sehingga kepemilikan tanah dipertahankan oleh pemiliknya. Konflik tanah di Indonesia telah ada sebelum kemerdekaan maupun sesudahnya. Konflik tanah sebelum kemerdekaan banyak terjadi dikarenakan pemerintah Belanda yang ingin menguasai tanah penduduk pribumi. Sedangkan pribumi tidak ingin menyerahkan tanahnya, karena tanah sangat penting bagi kelangsungan hidupnya. Sehingga banyak terjadi konflik karena pertentangan tersebut. Tidak hanya itu, adanya PKI juga...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SEJARAH PEDESAAN (Review Pertemuan Ke-4) A. Ciri-Ciri Wilayah Desa Desa terbentuk karena adanya ikatan darah/keturunan. Satu keturunan biasanya akan menetap di suatu wilayah. Wilayah tersebut akan dipimpin oleh orang yang lebih tua dalam perkumpulan tersebut. Desa terbentuk karena 3 syarat yaitu: rangkah (wilyah), darah (keturunan), dan warah (ajaran). Rangkah (wilayah) berarti suatu desa pasti memiliki wilayah untuk bermukim. Wilayah tersebut dijadikan tempat tinggal, bercocok tanam dan berinteraksi antar masyarakatnya. Darah (keturunan) berarti kebanyakn desa di indonesia terbentuk karena hubungan darah/keturunan. Suatu keturunan akan menetap di suatu wilayah sehingga lama-kelamaan membentuk suatu desa. Warah (adat/ajaran) berarti suatu desa pasti memiliki adat tersendiri dalam masyarakatnya. Hal tersebut terbentuk karena kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk desa tersebut secara berulang. Menurut Bintarto, ada 3 unsur kehidupan desa di Jawa yaitu: daerah, pend...