REVIEW MATERI

(Pertemuan Ke-10)

Penulisan Sejarah Desa

Sejarah desa merupakan bagian dalam kajian sejarah pedesaan. Sejrah pedesaan tidak hanya membahas tentang sejarah desa saja, akan tetapi mencakup kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Sejarah desa merupak sejarah lokal yang mempunyai lingkup terkecil. Akan tetapi sejarah desa ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Penelitian sejarah desa juga membutuhkan kesabaran dalam menulis sejarah desa. Minimnya sumber yang dapat diperoleh untuk menulis sejarah desa menjadi tantangan tersendiri bagi sejarawan atau peneliti lainnya. Sejarawan harus mencari alternatif lain jika sumber primer dari sumber tulisan tidak dapat diperoleh. Sejarawan dapat menggunakan teknik sejarah lisan menggunakan wawancara. Wawancara juga bukan hal yang mudah. Sejarawan harus memilih narasumber yang sejaman ataupun narasumber yang tahu betul tentang sejarah desa. Untuk memperoleh narasumber yang sejaman sangat sulit. Kebanyakan orang yang sejaman sudah jarang ditemukan. Sejarah desa biasanya diwariskan dari mulut ke mulut sehingga sejarahnya tidak terputus.

Penulisan sejarah desa tidak lepas dari mitos yang beredar di masyarakat. Mitos yang beredar tersebut bisa jadi mengandung kebenaran. Mitos merupakan bagian dari cerita sejarah suatu desa. Tugas sejarawan harus dapat mencari kebenaran dalam mitos tersebut sehingga fakta sejarah dapat ditemukan. Sejarawan harus meng-cross check sumber yang diperolehnya dengan sumber yang lain. Sehingga sejarawan harus mencari berbagai sumber agar dapat memperoleh fakta sejarah. Tidak hanya mitos yang beredar di masyarakat, cerita rakyat juga dapat menjadi sumber bagi penelitian sejarah. Meskipun cerita rakyat kebenarannya masih diragukan, tetapi cerita rakyat dapat menjadi acuan imajinasi sejarawan.

Dalam penelitian sejarah desa perlu dicari nama desa tersebut secara etimologi. Etimologi yaitu ilmu yang mempelajari asal-usul kata. Penamaan desa sering kali terkait dengan peristiwa ataupun sesuatu yang mendasari nama desa tersebut. Misalnya Desa Bintaro. Dinamakan bintaro karena tempat tersebut banyak ditumbuhi tanaman bintaro, sehingga masyarakat menamakan desa tersebut dengan Desa Bintaro.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU: LANDFORM DAN GERAKAN PROTES PETANI DI KLATEN 1959-1965

RESUME MATERI SEJARAH SOSIAL