RESUME MATERI SEJARAH SOSIAL
SEJARAH
SOSIAL
1. Batasan
dan definisi
· Mempunyai bahan garapan yang luas karena
meneliti masyarakat secara totalitas. Semua yang berhubungan dengan masyarakat
dapat dimasukkan ke dalam lingkup sejarah sosial.
· Konsep sosiologi= interaksi dengan orang
lain,tidak sepihak tapi dengan timbal balik. Sosiologi merupakan ilmu yang
mempelajari tentang manusia dengan segala interaksinya. Konsep dasar dalam
sosiologi seperti interaksi sosial,sosioalisasi,kelompok sosial, pelapisan
sosial, perubahan sosial,modernisasi, patologi dan lain-lain.
· Di indonesia sejarah sosial pertama kali
ditulis dalam historiografi indonesia oleh sartono kartodirdjo yaitu peasants` revolt of banten 1888 yang
telah menggunakan pendekatan-pendekatan yang memanfaatkan teori dan konsep
ilmu-ilmu sosial.
· Maka sejarah sosial dapat didefinisikan
sebagai sejarah yang mengambil fakta sosial/masyarakat sebagai bahan kajian.
· Tema seperti
kemiskinan,perbanditan,kekerasan,kriminalitas dapat menjadi sebuah sejarah.
Demikian juga sebaliknya kelimpah-ruahan,kesalehan,kekesatriaan,pertumbuhan
penduduk,migrasi,urbanisasi dan sebagainya.
· Jadi tema yang dibahas dalam sejarah
sosial yaitu masyarakat yang dijadikan sebagai bahan kajian.
2. Perbedaan
sejarah sosial dengan sosiologi
Sejarah
sosial dan sosiologi memiliki kesamaan yaitu mempelajari manusia atau
masyarakat,namun dibedakan dalam aspek ruang dan waktu. Sejarah sosial memiliki
batasan waktu (temporal) dan tempat (spasial).
Pada dasarnya sejarah merupakan ilmu yang menggunakan model diakronis
yaitu memanjang dalam waktu dan menyempit dalam ruang. Sejarah sosial menaruh
sifat-sifat unik dari sebuah peristiwa sejarah yang terjadi dalam masyarakat
dan peristiwa tersebut hanya terjadi satu kali saja. Sejarah sosial tidak
memiliki teori-teori khusus dalam meneliti peristiwa yang ada dalam masyarakat.
Sehingga sejarah sosial meminjam teori dari ilmu bantu seperti sosiologi.
Sedangkan sosiologi tidak memiliki sekup
spasial dan temporal. Sosiologi menggunakan model sinkronis yaitu menyempit
dalam waktu dan melebar dalam ruang. Pembahsan dalam sosiologi bersifat umum
yaitu meneliti peristiwa-peristiwa yang merupakan proses sosial yang muncul
dari hubungan antarmanusia dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Sosiologi
merupakan ilmu yang memiliki teori sendiri. Sehingga tidak perlu meminjam teori
dari ilmu lain.
3. Metode
sejarah sosial
· Metode kualitatif: menekankan sifat
realita yang dibangun secara sosial dan menekankan pada nilai. Metode
kualitatif fapat dimaknai sebagai suatu metode berganda dalam fokus yang
melibatkan suatu pendekatan interpretatif dan wajar terhadap setiap pokok
permasalahannya. Contoh penggunaan metode kualitatif yaitu pada sejarah lisan.
· Metode kuantitatif: sebagaimana dengan
namanya ialah satu metode yang mendasarkan pada kuantitas (quantity) atau
jumlah. Contohnya statistika,jumlah penduduk,luas wilayah dan sebagainya. Beberapa
kekurangan metode kuantitatif antara lain:
1. Sumber
data tidak seakurat dan seobjektif yang diasumsikan
2. Kesulitan
membedakan fakta keras (hard fact)
dengan fakta lunak (soft fact). Hard fact yaitu data yang bisa diukur. Contohnya
data bps. Sedangkan soft fact yaitu
data yang tidak bisa diukur. Data ini dapat diperoleh melalui wawancara.
4. Model
sejarah sosial
·
Model evolusi
Model evolusi yaitu
suatu model yang menunjukkan jenis penulisan yang melukiskan perkembangan
sebuah masyarakat itu berdiri sampai menjadi masyarakat yang kompleks. Evolusi
sendiri memiliki arti yaitu perubahan yang sangat lambat. Jadi model evolusi
ini mengkaji masyarakat dari awal berdirinya sampai kebentuk yang kompleks.
·
Model lingkaran sentral
Model ini tidak
menuliskan mengenai kota atau masyarakat dari awal,tetapi dari titik yang sudah
menjadi. Setiap penulisan yang bertolak dari titik sejarah di tengah-tengah
demikian biasanya selalu mulai dengan lukisan sinkronis tentang masyarakat itu,
baru kemudian secara diakronis ditunjukkan perkembangannya.
·
Model interval
Model ini merupakan
kumpulan dari lukisan sinkonis yang diurutkan dalam kronologis sehingga tampak
perkembangannya, sekalipun tidak tampak benar hubungan sebab akibat. Model ini
menggambarkan terdapat penulis yang menulis peristiwa pada zaman tertentu. Secara
kebetulan ada yang menulis peristiwa pada periode lain. Sehingga lukisan
peristiwa tersebut dapat tergambar secara tidak sengaja.
·
Model tingkat perkembangan
Model ini adalah
penerapan dari teori perkembangan masyarakat yang diangkat dari sosiologi. Jadi
bisa dikatakan bahwa model ini mengkaji sebuah kondisi tertentu dari sebuah
dis-equilibrium sosial, struktur sosial pasti akan berubah sedemikian rupa
sehingga peranan yang semula meliputi berbagai tipe kegiatan menjadi
terspesialisasi. Dengan kata lain struktur sosial menjadi semakin kompleks dan
dipilah-pilah.
·
Model jangka panjang-menegah-pendek
Model ini merupakan
sebuah cara untuk menangani sejarah sosial oleh fernand braudel. Beliau membagi
sejarah dalam tiga keberlangsungan. Pertama, ialah sejarah jangka panjang yang
perubahannya sangat lamban, merupakan perulangan yang konstan dan perkembangan
waktu yang tidak dapat dilihat. Kedua, ialah perkembangan yang lamban tetapi
dapat dirasakan ritmenya. Ketiga, ialah sejarah jangkaa pendek, yaitu sejarah
dari kejadian-kejadian. Disini sejarah berjalan dengan serba cepat,pemdek-pendek,dalam
fluktuasi yang menggelisahkan.
·
Model sistematis
Model ini mengkaji atau
menelusuri tentang sejarah sosial, tentunya dengan membuat
pendekatan-pendekatan yang sistematis. Akhirnya sebuah penulisan sejarah sangat
tergantung kepada kondisi objektif, berupa tersedianya sumber dan kondisi
subjektif berupa kemampuan penulis sejarah.
5. Teori-teori
sosial
·
Masyarakat dan sistem stratifikasi
Aristoteles membagi
masyarakat menjadi 3 yaitu: mereka yang sangat kaya, mereka yang melarat dan
mereka yang berada ditengah-tengah atau diantara kedua golongan itu.
· Stratifikasi sosial dibagi menjadi dua
yaitu stratifikasi tertutup dan stratifikasi terbuka. Stratifikasi tertutup
yaitu sistem pelapisan masyarakat yang membatasi masyarakat untuk berpindah
dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Keanggotaan stratifikasi sosial
tertutup dapat diperoleh dari kelahiran. Seseorang yang lahir dari keluarga
dengan stratifikasi sosial tinggi maka secara otomatis ia pun bagian dari
strata tinggi tersebut. Stratifikasi sosial tertutup ini dapat dijumpai di
india yang masih menggunakan stratifikasi sosial tertutup yang masih kental. Sistem
kasta di india dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Brahmana:
kasta tertinggi derajatnya yang ditempati para pendeta dan pemuka agama.
2. Ksatria:
kasta bagi para bangsawan
3. Vaicya:
golongan para pedagang
4. Sudra:
berisi orang-orang biasa atau rakyat jelata.
Stratifikasi
sosial terbuka yaitu sistem pelapisan masyarakat yang membebaskan masyarakatnya
untuk berpindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Perpindahan ini dapat
diperoleh dengan prestasi atau pekerjaan. Sistem stratifikasi sosial terbuka
ini dapat dijumpai pada masyarakat bali.
·
Problem-problem dalam masyarakat
Perkembangan masyarakat
dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang kompleks membawa dampak berupa
masalah atau problem sosial. Salah satunya adalah kemiskinan. Kemiskinan sampai
sekarang menjadi masalah yang belum terselesaikan. Kemiskinan sering dijadikan
objek penelitian oleh para sejarawan. Sejarah sosial melihat kemiskinan sebagai
sebab maupun akibat dari suatu peristiwa sejarah. Sehingga dapat dijadikan
referensi oleh pengambil kebijakan untuk menangani masalah yang ada di
masyarakat.
·
Penyebab kemiskinan
Kemiskinan bisa
dipahami secara berbeda pada masyarakat yang berbeda. Karena setiap masyarakat
memiliki tolok ukur yang berbeda dalam menentukan kemiskinan. Contoh pada
masyarakat nelayan, saat musim ikan melimpah para nelayan akan membeli
barang-barang mewah. Namun pada saat musim paceklik para nelayan akan menjual
barang-barangnya tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.
·
Bagimana kemiskinan mempengaruhi suatu
wilayah
Kemiskinan berpengaruh
pada suatu wilayah. Dampak tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat
yang berada di sekitarnya. Contohnya, dampak dari kemiskinan adalah munculnya
pemukiman kumuh. Masyarakat miskin biasanya tinggal di kolong jembatan ataupun
dekat dengan stasiun atau tempat umum lainnya. Sehingga mengakibatkan pemukiman
kumuh.
·
Upaya pengentasan kemiskinan
Cara untuk mengatasi
kemiskinan dapat dilakukan oleh pemerintah dengan strategi-strategi tertentu. Contonya
dengan menyediakan lapangan kerja baru, memberikan pelatihan-pelatihan
keterampilan kepada masyarakat dan lain-lain. Pemerintah pusat juga harus ikut
andil dalam upaya mengatasi kemiskinan tersebut agar kemiskinan tersebut dapat
berkurang.
·
Hubungan kausalitas antara kemiskinan
dengan problem sosial lain
Kemiskinan dapat
menyebabkan problem sosial lain seperti kriminalitas,rendahnya tingkat
pendidikan, rendahnya tingkat kesehatan masyarakat dan lain-lain.
·
Agama dan kemajemukan
Sebagai salah satu
kekuatan sejarah dan aspek yang sangat vital dalam kehidupan sosial, agama
menjadi menarik untuk dikaji dari perspektif sejarah. Agama selain sebuah
institusi yang bersifat normatif juga memilki duimensi sosial. Kita dapat
melihat sejarah agama sebaga bagian dari perubahan sosial yang dibagi menjadi 2
model yaitu:
1. Model
evolusi
2. Model
kekuatan sejarah
·
Perbedaan sosial
Perbedaan sosial sama dengan
diferensiasi sosial merupakan perbedaan masyarakat secara horizontal. Antara masyarakat
yang satu dengan masyarakat yang lain tidak ada tingkatan yang lebih tinggi
atau lebih rendah. Perbedaan sosial dilatar belakangi oleh perbedaan
ras,etnis,klen ataupun agama.
Komentar
Posting Komentar