KOMPETISI
OLAHRAGA ANTAR-NEGARA: REFLEKSI SPORTIVITAS DAN NASIONALISME
PSSI (Persatuan
Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta.
Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda,
Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan.
Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah
kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945,
jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara
langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih -
benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.
Karena
kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada
tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan
mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan
tim dari Austria "Winner Sport Club " pada tahun 1936. NIVU sejenis PSSI yang didirikan oleh
belanda. NIVU mengingkari kesepakatan, dia berangkat ke piala dunia 1938. PSSI tidak
mau bekerjasama dengan NIVU.
PSSI tidak ikut campur dalam tim liga
dunia tersebut. Akan tetapi, mengambil bagian dalam piala dunia. 2 nama yaitu Dr. Sultan Nawir dan Isak Patiwel.
Dr. Nawir setelah selesai piala dunia membuka praktek di Surabaya. isak patiwel
dari ambon seorang bumi putera yang masuk tim tersebut. PSSI semakin berkembang dengan menjadikan sebagai
wadah nasionalisme. Setelah Indonesia merdeka, PSSI tidak segera aktif, mulai
aktif kembali pada 1950 dengan ketuanya yaitu Erma dari Solo yang pada 1930-an
menjadi penjaga gawang. PSSI mengirim timnya ke Asian Game tahun 1951 yang
digelar di New Delhi, India. Indonesia pada masa itu sedang mengalami revolusi
fisik. Indonesia dibawah kepemimpinan Soekarno, ingin menunjukkan potensi yang
dimilikinya kepada dunia. Pelatih pada masa itu adalah Cho Seng Quee yang berasal dari Singapura.
pengambilan pelatih dari luar negeri ini merupakan pergaulan Indonesia di
pentas internasional. Uncle Cho dipercaya menjadi pelatih karena tidak hanya
perkara teknis tetapi juga politik. Pada Asian Game 1954 digelar di Manila, Filipina.
Karena di Asean Game sebelumnya Indonesia belum berhasil, maka pelatih sepak
bola indonesia diganti dari uni soviet yaitu Antun Pogacnik. penunjukkan
pelatih dari Uni Soviet ini karena pada tahun 1950-an, Uni Soviet dan negara
Eropa Timur sebagai negara penguasa sepak bola. Kedekatan antara indonesia dan
Uni Soviet juga menjadi latar belakang pemilihan tersebut. Timnas Indonesia berhasil melaju ke semifinal, sebelum
dikalahkan cina 4-2. Ramang
cs berhasil membungkam timnas India dengan skor telak 4-0. Tidak hanya itu, ini
sebuah awal prestasi Indonesia dalam sepakbola. Dimana timnas Indonesia bisa
mencapai semifinal, setelah dikalahkan oleh timnas Myanmar pada perebutan
medali perunggu. Soekarno memiliki visi yang besar
terhadap sepak bola indonesia. Salah satunya penunjukan Maulwi Saelan menjadi
ketua umum PSSI. Maulwi Saelan lahir di Solo, 30 Agustus 1912,
Maladi pernah menjadi pemain PSIM Yogyakarta berposisi sebagai kiper pada tahun
1930. Tiga tahun kemudian Maladi menjadi pemain Persis Solo. Maulwi juga
merupakan kiper timnas Indonesia. Pada era kepemimpinannya Maulwi mengubah
kepanjangan PSSI menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dari sebelumnya
Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia.
Olimpiade
Melbourne berlangsung di Melbourne, Australia pada tanggal 22
November - 8 Desember 1956. Andi Ramang dan Sucipto Suntoro dikenal
sebagai penyerang terbaik dalam sejrah sepak bola indonesia. Andi Ramang pernah
mengantarkan
PSM ke tangga juara pada era Perserikatan serta
pernah memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia. Olimpiade
Melbourne dianggap penting bagi Indonesia. Suasana politik belum stabil. Indonesia lolos dari kualifikasi
setelah Taiwan yang seharusnya bertemu pada bulan Juni 1956, membatalkan
keikutsertaan. Taiwan saat itu dilatih oleh Lee Wai Tong yang di masa bermain
dijuluki sebagai 'Raja Sepakbola'. Saat
olimpiade Melbourne berlangsung, Indonesia satu grup bersama Uni Soviet dan
Vietnam. Pertandingan pertama, seharusnya Indonesia menghadapi Vietnam. Namun,
dikarenakan Vietnam membatalkan keikutsertaannya. Indonesia baru melakukan
pertandingan melawan Uni Soviet pada 29 November 1956 dan berakhir dengan skor
yang kelak menjadi salah satu folklore sepak bola Indonesia: 0-0.
Asian
Games 1958 adalah kompetisi Asian Games ketiga yang diselenggarakan di kota
Tokyo, Jepang. Asian Games pada tahun ini bertepatan pada tanggal 24 Mei sampai
1 Juni 1958. Pada Asian Game tersebut Indonesia hampir melaju ke piala dunia. Akan
tetapi, lawan Indonesia pada pertandingan tersebut adalah Israel. Indonesia
tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Komentar
Posting Komentar